LOGO

Written by Staff IT PA rengat on . Hits: 52

DISKUSI HUKUM  KEEMPAT  PA. RENGAT

(Seputar Berita Acara Sidang (BAS) di PA. Rengat )

FHOTO DISKUSI 1

(Rengat/06/12/2019) Pengadilan Agama Rengat kembali menggelar diskusi Hukum yang ke empat dengan topik Pembahasan Berita Acara Sidang (BAS) di Pengadilan Agama. . Kegiatan diskusi di mulai   pukul 09.00 s/d 11.00 wib dengan nara sumber hakim senior Drs. H. Nur Al jumat, S.H.,M.H, moderator  dan Key Note Speaker adalah Ketua Pengadilan Agama Rengat Drs. Syarkasyi, M.A.

           Tampak hadir dalam Kegiatan diskusi ini Wakil Ketua Drs. H. Ribat, S.H.,M.H para Hakim, Panitera, Sekretaris dan seluruh pejabat structural dan fungsional serta tenaga honorer PA. Rengat,   dengan mengambil tempat di ruang sidang utama Pengadilan Agama Rengat kelas IB.

Dalam makalahnya, narasumber menjelaskan ketentuan normatif BAS. Berita Acara Sidang (BAS) disebut juga “proses verbal. ” merupakan suatu akta autentik yang berisi tentang proses pemeriksaan suatu perkara dalam persidangan. BAS dijadikan dasar bagi majelis hakim membuat putusan yang diadilinya. Melihat betapa pentingnya BAS dalam proses pemeriksaan suatu perkara, maka BAS harus memuat kaedah dan ketentuan baku yang berlaku yang termuat dalam BAS. Sebagai contoh papar narasumber, BAS harus memuat judul dan nomor BAS, Pengadilan yang memeriksa, hari bulan, tanggal dan tahun persidangan, identitas dan kedudukan para pihak, susunan majelis hakim, pernyataan sidang dibuka dan terbuka untuk umum, bila perkara Susila atau perceraian pemeriksaannya harus tertutup untuk umum, keterangan kehadiran pihak-pihak , upaya damai dan proses mediasi, pembacaan surat gugatan, pemeriksaan para pihak, pernyataan alasan penundaan sidang, penundaan dengan penjelasan perintah hadir dipanggil melali relaas atau tidak, pernyataan sidang diskor, pernyataan sidang terbuka untuk umum saat pembacaan putusan, pernyataan sidang ditutup dan penandatanganan BAS oleh Ketua majelis dan Panitera Pengganti.paparnya.

FHOTO DISKUSI 2

Disamping itu BAS juga pembuatan BAS harus memperhatikan ketentuan sebagaimana di atur dalam Buku Format BAS dan Putusan Pengadilan Agama tahun 2014, disana ditentukan bahwa kertas yang digunakan A4-70 gram, batas marjin kiri 4 cm, atas 3 cm, kanan 2 cm dan bawah 3 cm, begitu juga jenis huruf Arial, ukuran huruf 12 (dua belas) dan spasi 1,5 (satu setengah). Secara Teknik dalam menyusun BAS, Panitera Pengganti harus memperhatikan pokok perkara yang disidangkan, tahapan persidangan, memahami peraturan perundang-undangan, dan dalam pemeriksaan saksi-saksi , Panitera Pengganti harus memahami hubungan saksi dengan para pihak, pengetahuan saksi tentang peristiwa, apakah mengetahui langsung dengan mendengar dan melihat atau mengalami, atau bersumber dari cerita dan pengaduan orang lain..tandas Nur Al jumat.

Berbagai masalah dalam BAS.

            Sudah barang tentu penyusunan BAS dalam prakteknya banyak mengalami persoalan. Tidak terkecuali di Pengadilan Agama Rengat kelas IB banyak problematika yang muncul. Beberapa diantaranya dalam proses tanya jawab majelis hakim dengan saksi apakah menggunakan kalimat langsung atau tidak dalam BAS? Narasumber dalam hal ini mengemukakan bahwa tanya jawab majelis hakim dengan para saksi tidak menggunakan kalimat langsung, tetapi menggunakan kalimat tidak langsung, dengan argument bahwa penyebut nama -nama apakah nama Penggugat, Tergugat begitu juga saksi-saksi diawal BAS sudah ditunjuk dengan sebutan selanjutnya di sebut… begitu juga para saksi, ketika sudah disumpah dia sudah berubah penyebutannya sebagai saksi bukan kata saudara. Tandasnya.

            Diskusi berjalan semakin seru, mengingat penggunaan kalimat langsung dan tidak langsung dalam beberapa buku dan tulisan harus menggunakan kalimat langsung, karena BAS merupakan rekaman asli dialog yang diformulasikan dalam berita acara, oleh karenanya harus menggunakan kalimat langsung, sanggah Waka (Drs. H. Ribat, S.H.,M.H) berbeda dengan diputusan, harus menggunakan Bahasa tidak langsung. Beliau sambil memperlihat buku dan beberapa tulisan.

            Ketua Pengadilan Agama Rengat Drs. Syarkasyi, M.H selaku Key Note Speaker mencoba mengurai benang merah masalah tersebut dengan membandingkan pengalamannya selama bertugas dibeberapa pengadilan Agama. Memang, papar beliau ada dua mazhab akan hal tersebut, mazhab kalimat langsung dan mazhab kalimat tidak langsung, namun bagi saya lebih cendrung untuk menggunakan mazhab kedua yaitu menggunakan kalimat tidak langsung, mengingat status seseorang ketika sudah disumpah melekat pada dirinya sebagai saksi, makanya dipanggil atau disebut saksi.meskipun demikian bila majelis hakim seperti pak waka lebih cendrung menggunakan mazhab kalimat langsung juga tidak salah, ya salah adalah bila majelis hakim menggunakan kalimat, kamu, kau, sampeyan dan semacamnya…ujarnya bercanda.

            Hal lain yang menjadi problem adalah menyangkut narasi BAS yang cendrung kaku da rigid sehingga kurang enak untuk membacanya.antara alenia satu dengan alenia lainnya kadang terputus dan tidak nyambung, makanya seorang panitera Pengganti dituntut juga punyak kemampuan jurnalistik yang baik, sehingga narasi BAS yang dibuat, hidup dan orang membacanya enak sampai kebagian akhir. Tambahnya.

FHOTO DISKUSI 3

Diakhir diskusi, narasumber kembali mengingatkan bahwa hasil diskusi hari ini diharapkan mampu merubah cara kita dalam membuat BAS. Karena sebaik apapun putusan yang dibuat hakim, tanpa diikuti dengan BAS yang baik dan benar, maka kualitas putusan tersebut dapat dipertanyakan, kenapa..? karena dasar penyusunan putusan semuanya bersumber dari BAS. Tentunya kita semua berharap dengan diskusi ini dapat merubah cara kerja kita lebih professional dan bertanggungjawab. Dan insyallah segala hasil diskusi ini akan kita sosialisasikan dan akan kita jalankan sesuai dengan ketentuan berlaku. ungkap Drs. H. Ribat, S.H. M.H. Wakil Ketua Pengadilan Agama Rengat. (Sukses - by RR);

Add comment


Security code
Refresh

ALUR ADMINISTRASI PERKARA SECARA ELEKTRONIK ( E-Court )

Banner E Court 1 Banner E Court 2 Banner E Court 4 Banner E Court 33

APLIKASI PENDUKUNG LAINYA 

pengaduan simari komdanas sipp direktori
sikep abs lpse jdih perpus

 

Hubungi Kami

PENGADILAN AGAMA RENGAT KELAS IB

Jl. Batu Canai No 17 Pematang Reba, Rengat Barat

Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau ( 29351 )

TELP : (0769) 341102 - FAX : (0769) 341102 ) 

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Tautan Aplikasi

SIPP

Komdanas

SIKEP

SIMARI

LPSE

Pengadilan Agama Rengat @2018