img_head
SEJARAH PENGADILAN AGAMA RENGAT

Sejarah Pengadilan Agama Rengat

Telah dibaca : 21 Kali

       Pengadilan Agama / Mahkamah Syar’iyah Rengat ini didirikan atas dasar PP No. 45 tahun 1957 dan diresmikan berdirinya pada tahun 1957 dengan pimpinan Ketua Buya Syech Sulaiman Ar Rasuli yang waktu itu beliau sebagai Ketua Mahkamah Syar’iyah Sumatera Tengah. Beliau memimpin Pengadilan Agama / Mahkamah Syar’iyah Rengat buat sementara datangnya Ketua yang definitif.

        Beberapa bulan kemudian dalam tahun 1957 datanglah surat pengangkatan Ketua yang baru secara definitif yaitu Bapak H. Yunus Qodhi. Beliau memimpin Pengadilan Agama / Mahkamah Syar’iyah Rengat  sejak tahun 1957 s/d 1976. selama beliau memimpin Pengadilan Agama / Mahkamah Syar’iyah Rengat banyak hal yang dialami, yaitu selain masyarakat yang belum mengenal dengan wewenang Pengadilan Agama / Mahkamah Syar’iyah, masyarakat masih cenderung untuk berurusan dengan Kantor Urusan Agama Kecamatan. Juga kedudukan Pengadilan Agama / Mahkamah Syar’iyah Rengat belum seimbang dengan wewenang Pengadilan Negeri pada saat itu.

       Saat itu masyarakat sebelumnya belum mengenal secara dekat dengan fungsi atau wewenang Pengadilan Agama, namun demikian Pengadilan Agama / Mahkamah Syar’iyah Rengat tetap menjalankan tugas dan fungsinya.

       Selama beliau memimpin Pengadilan Agama / Mahkamah Syar’iyah Rengat ini mengalami masalah berat tentang tempat, dimana kantor tempat bekerja itu ada dan siapa punya. Yang jelas walau telah delapan kali pindah, namun ia tetap berjalan sebagaimana mestinya.

       Rumah penduduk yang pernah dijadikan kantor Pengadilan Agama / Mahkamah Syar’iyah Rengat adalah sebanyak 8 tempat hingga memiliki gedung sendiri yang dibangun tahun 1977.

       Memang saat dibentuknya Pengadilan Agama / Mahkamah Syar’iyah di Riau ini pada umumnya adalah mengalami kesulitan kantor. Oleh masyarakat adanya Pengadilan Agama / Mahkamah Syar’iyah itu adalah lebih berarti dibanding kesulitan rumah tempat dimana Pengadilan Agama / Mahkamah Syar’iyah itu berkantor. Kesulitan kantor dapat diatasi, tetapi kesulitan menyelesaikan masalah lebih berat dan tidak mudah dicapai atau mungkin tidak terselesaikan.